Swararaya.com, SOLO — Sebanyak 220 volunteer dan 35 peserta magang disiapkan Komunitas Transid untuk mengaktivasi perpustakaan kampung dan taman cerdas di Kota Surakarta melalui berbagai program literasi.
Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama Transid dengan Pemkot Solo yang mengemuka dalam kegiatan Urun Rembug #7 bertajuk Pentingnya Aktivasi Perpustakaan Kampung dan Taman Cerdas se-Kota Surakarta di Pendopo Loji Gandrung, Solo, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan itu dihadiri Wali Kota Solo Respati Ardianto, Anggota Komisi IV DPRD Kota Solo Sekar Tandjung, serta Founder Transid Mohammad Taufiq Hasan. Pada kesempatan tersebut, Respati menyerahkan naskah nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada Mohammad Taufiq Hasan sebagai penanda kerja sama Pemkot Solo dan Transid.
Kerja sama tersebut menjadi payung kolaborasi untuk mengoptimalkan perpustakaan kampung dan taman cerdas sebagai ruang literasi masyarakat. Program ini juga diarahkan untuk mendorong keterlibatan anak muda dalam aktivitas literasi di tingkat kampung.
Dalam sambutannya, Respati meminta para volunteer tidak hanya menjalankan kegiatan di perpustakaan, tetapi turun langsung dan berbaur dengan masyarakat.
“Teman-teman yang mengikuti pelatihan ini bisa turun ke kampung-kampung, ngobrol dengan warga yang ada di masyarakat, memahami, serta merasakan langsung kondisi mereka,” kata Respati melalui keterangan tertulis yang diterima Espos, Senin (14/9/2026).
Menurut Respati, keterlibatan volunteer di kampung harus memberikan dampak lebih dari sekadar menjalankan kegiatan. Mereka diharapkan ikut membangun kesadaran dan menumbuhkan minat membaca, terutama bagi anak-anak.
“Bukan hanya sekadar mengaktivasi sebuah kegiatan, tetapi juga bagaimana menyadarkan dan menumbuhkan minat baca anak-anak di kampung-kampung,” ujarnya.
Menurut Respati, kampung memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi muda dengan kapasitas dan kemampuan yang luar biasa. Karena itu, anak muda yang terlibat dalam program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kembali budaya literasi masyarakat.
“Saya yakin, generasi yang tumbuh dan memiliki kapasitas luar biasa itu banyak muncul dari kampung-kampung. Anak-anak muda dari kampung memiliki potensi yang besar,” papar dia.
35 Peserta Magang Ditempatkan di 10 Perpustakaan
Dia mengatakan Transid menyiapkan 35 peserta magang yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya UIN Raden Mas Said Surakarta, Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Para peserta magang tersebut nantinya ditempatkan di 10 perpustakaan kampung yang tersebar di Kota Solo. Mereka akan berkolaborasi dengan pengurus perpustakaan kampung dan volunteer untuk menjalankan aktivitas literasi secara langsung di tengah masyarakat.
Salah satu program utama yang diperkenalkan Transid dalam kegiatan tersebut adalah Ruang Bercerita. Program ini menjadi ruang interaksi dengan anak-anak melalui aktivitas literasi yang tidak hanya berorientasi pada membaca buku, tetapi juga memberikan ruang bagi anak untuk bercerita dan mengekspresikan gagasan.
Program Ruang Bercerita juga didukung dengan kegiatan pameran karya dan voluntrip. Program-program tersebut menjadi bagian dari pendekatan Transid dalam menghidupkan perpustakaan kampung agar tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga menjadi ruang aktivitas warga dan anak-anak.
Founder Transid Mohammad Taufiq Hasan mengatakan Transid lahir secara organik dari keresahan bersama sebagai warga Kota Solo. Komunitas tersebut dibentuk sebagai wadah bagi setiap orang untuk bertumbuh sesuai dengan potensi masing-masing.
Melalui kerja sama dengan Pemkot Solo, Transid berharap program-program yang telah disiapkan dapat berjalan lebih berkelanjutan sekaligus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak.
Setelah sesi sambutan dan penyerahan MoU, kegiatan Urun Rembug #7 dilanjutkan dengan pengenalan program Ruang Bercerita kepada para volunteer. Forum berlangsung interaktif dengan peserta yang mendapatkan penjelasan mengenai alur kerja dan sistem pelaksanaan program ketika terjun langsung ke masyarakat dan mendampingi anak-anak.
Kolaborasi Pemkot Solo dan Transid diharapkan menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali perpustakaan kampung dan taman cerdas sebagai ruang belajar, berinteraksi, berkarya, sekaligus menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat.

Leave a Reply