Berfoto di Karang Pantai Jungwok, Warga Serengan Solo Meninggal Terseret Ombak

Berfoto di Karang Pantai Jungwok, Warga Serengan Solo Meninggal Terseret Ombak
Proses evakuasi korban terseret ombak di Pantai Jungwok di Kalurahan Jepitu, Girisubo, Minggu (13/9/2026). (Istimewa/Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 Pelabuhan Sadeng)

Swararaya.com, SOLO — Warga asal Kecamatan Serengan, Kota Solo, bernama Walini, 39, dilaporkan meninggal dunia akibat terseret gelombang laut saat berwisata di Pantai Jungwok, Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Minggu (13/9/2026).

Kabar duka tersebut dibenarkan oleh Camat Serengan, Kota Solo, Tri Widada Eka Prastiya. Berdasarkan laporan resmi dari Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I Gunungkidul yang ia terima, insiden kecelakaan laut itu terjadi pada pukul 10.30 WIB.

“Warga Kratonan. Istrinya Pak Sarjito, petugas kebersihan Kratonan. Atas nama Ibu Walini,” ungkap Tri Widada saat dikonfirmasi Espos pada Minggu sore.

Meskipun secara administrasi kependudukan Walini tercatat sebagai warga Kratonan RT 001/RW 002, Kecamatan Serengan, Solo, korban diketahui menetap bersama keluarganya di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Oleh karena itu, jenazah korban tidak dibawa pulang dan disemayamkan di Kota Solo.

“Untuk alamat KTP warga Kratonan, tapi domisili di Pondok, Langenharjo, Sukoharjo. Jadi jenazah tidak di Kratonan,” jelas Tri Widada.

Berdasarkan surat lelayu yang diterima Espos, almarhumah dimakamkan pada hari yang sama, yakni Minggu (13/9/2026) pada pukul 20.00 WIB. 

Korban dikebumikan di Astanalaya Dukuh Pongan RT 04/RW 05, Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Almarhumah diketahui meninggalkan seorang suami, Sarjito, dan satu orang putra bernama Arshaka Abyan.

Kronologi Kejadian

Sementara itu, berdasarkan laporan yang diterima Espos, Minggu, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I, Sunu Handoko Bayu Sagara, menyebutkan peristiwa bermula ketika sebuah rombongan wisatawan berjumlah 14 orang tiba di Pantai Jungwok sekitar pukul 10.00 WIB.

Beberapa saat berselang, tujuh orang dari rombongan tersebut berniat untuk berfoto di area bebatuan karang. Namun tak disangka, tiba-tiba datang ombak besar yang langsung menghantam mereka. Sebanyak empat orang dari rombongan tersebut gagal menyelamatkan diri dan hanyut terbawa arus ombak ke tengah laut.

Melihat insiden tersebut, Tim SAR Pantai Jungwok bersama petugas Pamobvit Polres Gunungkidul dan dibantu warga sekitar segera melakukan operasi penyelamatan. Tim penyelamat berenang dan melemparkan tali ke arah para korban untuk menarik mereka ke pinggir pantai satu per satu.

Berkat aksi tersebut, keempat korban berhasil dievakuasi ke tepian darat. Saat diangkat dari air, Walini ditemukan dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri sehingga langsung dilarikan ke Puskesmas Girisubo untuk mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya, nyawa warga Solo tersebut tidak tertolong karena terlalu banyak meminum air laut.

Sementara itu, tiga rekan rombongan korban lainnya berhasil selamat. Ketiga korban selamat tersebut diketahui merupakan warga yang berdomisili satu daerah, yakni di Pongan, Desa Pondok, Grogol, Sukoharjo. 

Ketiganya yakni Diki Kurniati, 3, yang selamat tanpa cedera berat, Maria Kristanti, 46, yang sempat mengalami sesak napas akibat banyak meminum air, serta Wijinem, 50, yang menderita luka ringan karena terbentur batu karang.

Leave a Reply