Swararaya.com, KLATEN – Ribuan pengunjung berdatangan ke KAPASSKA Fair 2026 yang digelar di Alun-alun Klaten selama dua hari, Jumat-Sabtu (11-12/9/2026). Nilai transaksi dari kegiatan tersebut mencapai puluhan juta rupiah.
Kegiatan itu digelar Keluarga Alumni Padmawijaya SMA Negeri 1 Klaten (KAPASSKA). Tak sekadar ajang nostalgia yang mempertemukan alumni SMAN 1 Klaten lintas generasi, KAPASSKA Fair menjadi ruang kolaborasi mempertemukan alumni, masyarakat, UMKM, pelaku ekonomi lokal, komunitas dan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Klaten.
Selain panggung hiburan, kegiatan itu menghadirkan 80 booth usaha dengan mengusung tema Sinergi Alumni, Menggerakkan Ekonomi Masyarakat.
Panitia mencatat sebanyak 2.000 alumni berdatangan ke acara tersebut. Sementara, jumlah total pengunjung diperkirakan 6.000 orang.
Alumni dari berbagai kota secara khusus datang ke Klaten untuk berkumpul dan kembali bertemu dengan teman-teman lintas angkatan. Salah satu alumni paling senior yang hadir adalah Muhammad Syakir dari angkatan 1960.
Ketua KAPASSKA, Intiyas Utami, menilai semangat kebersamaan lintas angkatan menjadi modal penting untuk membangun kontribusi alumni yang lebih luas.
“KAPASSKA Fair menunjukkan bahwa silaturahmi alumni dapat menghasilkan sesuatu yang lebih besar. Alumni bertemu, masyarakat terlibat, UMKM mendapatkan pasar, dan berbagai potensi Klaten dapat diperkenalkan kepada publik. Semangat seperti inilah yang ingin terus kami tumbuhkan,” kata Intiyas berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Espos.
Dampak ekonomi menjadi salah satu catatan penting KAPASSKA Fair tahun ini. Berdasarkan rekap awal penyelenggara, nilai transaksi yang tercatat mencapai sekitar Rp83 juta.
Produk kuliner dan kerajinan tangan atau handicraft menjadi beberapa kategori yang paling banyak menarik perhatian pengunjung.
KAPASSKA Fair juga menghadirkan Anjungan Produk Unggulan Klaten yang menampilkan 14 tenant produk lokal. Anjungan tersebut dirancang sebagai ruang promosi berbagai potensi produk Kabupaten Klaten sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas kepada masyarakat.
Selain itu, hadir GERAI KETUJUH Forum KDKMP Klaten yang menampilkan sedikitnya 10 produk, sekaligus menjadi ruang pertemuan dan pengenalan ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Klaten.
Ketua Panitia KAPASSKA Fair 2026, Cahyadi Joko Sukmono, menyampaikan bahwa sejak awal penyelenggara ingin menjadikan KAPASSKA Fair sebagai ruang bersama antara alumni dan masyarakat.
“Kami ingin reuni alumni tidak berhenti pada nostalgia. Ada potensi jejaring yang sangat besar jika alumni, UMKM, komunitas, pemerintah, dan masyarakat dapat bertemu dalam satu ruang. Capaian tahun ini menjadi indikasi bahwa kolaborasi tersebut bisa memberikan dampak ekonomi yang nyata,” kata Cahyadi.
KAPASSKA Fair 2026 secara resmi dibuka oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Rangkaian kegiatan selama dua hari diisi dengan berbagai agenda, mulai dari reuni lintas angkatan, talkshow alumni, pameran UMKM dan produk unggulan daerah, hingga penampilan para alumni dan bintang tamu.
Kombinasi antara kegiatan alumni, ekonomi rakyat, hiburan, dan promosi produk lokal membuat KAPASSKA Fair menjadi ruang interaksi yang terbuka, tidak hanya bagi keluarga besar SMAN 1 Klaten tetapi juga masyarakat Klaten secara luas.
Salah satu momen yang mendapatkan perhatian khusus adalah lahirnya sebuah karya lukis dari goresan spontan Bupati Klaten pada seremoni pembukaan.
Goresan tersebut kemudian dikembangkan menjadi karya seni dan dilelang melalui skema rolling auction, yaitu mekanisme penawaran yang berlangsung sejak pembukaan hingga menjelang berakhirnya KAPASSKA Fair.
Lelang ini membawa dimensi sosial dalam penyelenggaraan KAPASSKA Fair karena hasilnya akan dikembalikan sebagai bentuk kontribusi bagi SMA Negeri 1 Klaten.
Inisiatif tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa pertemuan alumni dapat melahirkan kontribusi konkret kepada almamater.
“KAPASSKA Fair 2026 memperlihatkan model baru kegiatan alumni. Reuni tidak hanya menjadi ruang untuk bertemu kembali dengan teman lama, tetapi juga dapat menjadi platform untuk membangun jejaring, mempromosikan usaha alumni dan masyarakat, serta memperkuat ekonomi lokal,” jelas Cahyadi.
Dengan kehadiran sekitar 2.000 alumni dan ribuan masyarakat, KAPASSKA memiliki potensi jejaring lintas profesi, generasi, dan wilayah yang besar untuk terus dikembangkan.

Leave a Reply