Lulusan UGM Ini Ubah Nasib Petani Gula Kelapa, Kisahnya Hadir di GSI Youth Fest

Lulusan UGM Ini Ubah Nasib Petani Gula Kelapa, Kisahnya Hadir di GSI Youth Fest
Akhmad Sobirin, penerima SATU Indonesia Awards 2016, berhasil mengembangkan pemberdayaan petani gula kelapa di Banyumas hingga menjangkau pasar internasional. Kisah inspiratifnya akan dibagikan dalam talk show GSI Youth Fest 2026 di Stadion Indoor Manahan, Solo, Minggu (8/11/2026). (Istimewa)

Swararaya.com, SOLO — Perjalanan Akhmad Sobirin dalam memberdayakan petani gula kelapa di Banyumas, Jawa Tengah, menjadi salah satu kisah inspiratif yang bakal dibagikan dalam talk show GSI Youth Fest 2026.

Berawal dari kegelisahan melihat risiko pekerjaan penderes kelapa, Sobirin memilih meninggalkan usaha yang telah dirintis di Yogyakarta untuk membangun ekonomi masyarakat di kampung halamannya.

Kisah perjuangan tersebut akan menjadi bagian dari Youth Insight Leader Forum dalam GSI Youth Fest 2026 yang digelar di Stadion Indoor Manahan, Solo, Minggu (8/11/2026). Forum ini menghadirkan ruang berbagi pengalaman bersama figur inspiratif muda dari Jawa Tengah.

Cara Daftar Talk Show GSI Youth Fest 2026

Masyarakat yang ingin mengikuti talk show dapat mendaftarkan diri secara online. Berikut langkah-langkah pendaftarannya:

  • Buka tautan registrasi GSI Youth Fest 2026 melalui https://bit.ly/registrasiGSIFest.
  • Isi formulir pendaftaran dengan data diri sesuai petunjuk yang tersedia.
  • Ikuti tahapan pendaftaran hingga selesai dan pastikan data yang dimasukkan sudah benar.
  • Simpan informasi pendaftaran untuk kebutuhan akses saat acara berlangsung.

Lahir dari Keluarga Sederhana

Sobirin merupakan lulusan Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM). Lahir dari keluarga sederhana di Desa Semedo, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, ia terbiasa membantu ibunya berdagang sejak kecil. Jiwa kewirausahaan tersebut terus berkembang hingga dirinya merintis sejumlah usaha ketika kuliah dan setelah lulus.

Namun, perjalanan hidupnya berubah ketika melihat kondisi para penderes kelapa di kampung halamannya. Pekerjaan mengambil nira dari pohon kelapa memiliki risiko kecelakaan yang tinggi, bahkan sejumlah petani mengalami cedera serius hingga meninggal dunia. Ironisnya, saat itu harga gula kelapa hanya sekitar Rp5.000 per kilogram.

Kegelisahan tersebut mendorong Sobirin mengambil keputusan besar pada 2012. Ia meninggalkan berbagai usaha yang telah dibangun di Yogyakarta dan kembali ke Banyumas untuk mendampingi petani gula kelapa.

Keputusan itu tidak selalu mendapat dukungan. Bahkan, ia sempat mendapat cibiran karena dianggap menyia-nyiakan gelar lulusan UGM dengan memilih mengembangkan usaha di desa.

Usaha budidaya jamur tiram yang dirintis menggunakan modal pinjaman Rp30 juta juga berakhir bangkrut setelah menghadapi serangan hama dan penyakit.

Meski sempat mengalami kegagalan, Sobirin tidak menyerah. Ia kemudian mengajak 25 petani dan anggota keluarga untuk mengembangkan gula kelapa menjadi gula semut atau gula kristal yang memiliki potensi pasar ekspor.

Melalui Kelompok Tani Manggar Jaya, Sobirin mulai membangun kerja sama dengan petani sekaligus mencari pendampingan dari dinas terkait. Pada akhir 2012, kelompok tersebut mulai memproduksi sekitar 500 kilogram gula semut. Permintaan pasar kemudian meningkat hingga mencapai beberapa ton setiap bulan.

Perjuangan tersebut membuahkan hasil. Pada 2016, Sobirin menerima penghargaan SATU Indonesia Awards dari Astra. Jumlah petani dampingan yang semula 25 orang berkembang menjadi sekitar 110 orang. Pendampingan kemudian meluas ke tiga desa dan menjangkau sekitar 500 petani.

Pada 2021, Sobirin menginisiasi pembentukan Koperasi Produsen Semedo Manise Sejahtera. Produk gula kelapa dari jaringan petani dampingan tersebut kini telah menjangkau sekitar 13 negara. Perjalanan Sobirin menjadi salah satu contoh bagaimana kepekaan terhadap persoalan masyarakat dapat berkembang menjadi gerakan pemberdayaan ekonomi. Kisah tersebut juga memperlihatkan bahwa kontribusi anak muda tidak harus selalu dimulai dari kota besar, tetapi bisa tumbuh dari potensi dan persoalan di lingkungan sendiri.

Ada Talk Show hingga Job Fair

Selain Youth Insight Leader Forum, GSI Youth Fest 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan yang membuka peluang bagi generasi muda. Salah satunya Job Fair yang melibatkan 35 perusahaan dengan sekitar 2.000 lowongan pekerjaan.

Acara ini juga memberikan apresiasi kepada 35 Local Heroes dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kisah perjalanan mereka turut diangkat melalui peluncuran Buku Local Hero.

Pengunjung juga dapat menikmati stan kuliner dan UMKM serta berbagai kegiatan lain yang menjadi ruang pertemuan, inspirasi, dan kolaborasi anak muda.

GSI Youth Fest 2026 digelar pada Minggu (8/11/2026) di Stadion Indoor Manahan, Solo.

Anak muda, mahasiswa, pencari kerja, komunitas, hingga masyarakat umum dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar, memperluas jejaring, dan menemukan peluang baru.

Jangan lewatkan kesempatan untuk mendengar langsung kisah inspiratif para Local Heroes dan mendapatkan berbagai peluang dalam GSI Youth Fest 2026.

Leave a Reply