Swararaya.com, SALATIGA — Theodora Rosa Santoso mempersembahkan medali emas bagi kontingen wushu Kota Surakarta pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII/2026. Medali tersebut terasa istimewa karena menjadi emas terakhir yang dipersembahkannya untuk Kota Bengawan sebelum berfokus melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.
Theodora meraih emas dari nomor Nandao-Nangun putri senior pada hari ketiga pertandingan di GOR Tenis Indoor Kridanggo, Salatiga, Kamis (29/10/2026). Dia membukukan total 19,129 poin, terdiri atas 9,606 poin dari Nandao dan 9,523 poin dari Nangun.
Atlet Kota Semarang, Jasmine Felicia, harus puas meraih perak dengan total 18,973 poin. Sementara itu, perunggu menjadi milik Ayra Diantika Alviani, juga dari Kota Semarang, yang mengumpulkan 18,819 poin.
“Puji Tuhan masih diberi emas hari ini. Ini emas terakhir saya di wushu untuk Kota Solo. Setelah ini saya akan fokus melanjutkan studi S2,” tutur Theodora seusai pengalungan medali.
Saat ini, Theodora tengah menyelesaikan semester akhir di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Setelah bertahun-tahun menekuni wushu, dia berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister sebagai langkah berikutnya.
Target Emas Naufal Meleset
Di sisi lain, target dua medali emas yang dibidik wushu Kota Surakarta pada hari ketiga belum sepenuhnya tercapai. Naufal Naryama Daniswara yang diharapkan menyumbangkan emas dari nomor Nandao-Nangun putra senior harus puas dengan medali perunggu.
Naufal mengumpulkan total 19,092 poin, terdiri atas 9,596 poin pada Nandao dan 9,496 poin pada Nangun. Medali emas diraih Mikael Nugroho Wibisono dari Kota Semarang dengan 19,253 poin, sedangkan Heri Susanto dari Banyumas meraih perak dengan 19,126 poin.
Manajer wushu Kota Surakarta, Hendryk Setyawan, mengakui hasil pertandingan belum sesuai dengan target awal. Meski demikian, dia tetap mengapresiasi perjuangan atlet yang mampu menambah medali bagi kontingen.
“Dua medali yang sedikit meleset dari sebelumnya. Target untuk hari ini kan dua emas lagi, tapi harus disyukuri karena Naufal masih dapat medali perunggu,” terang Hendryk yang dikutip dari keterangan tertulis.
Menurut dia, Naufal telah berusaha maksimal untuk mengejar medali emas. Namun, kesalahan saat melakukan gerakan lompatan memengaruhi perolehan nilai sehingga hasil akhirnya belum sesuai harapan.
“Naufal sudah berusaha keras penuhi target emas. Tapi ada sedikit kesalahan waktu lompat sehingga nilainya kurang maksimal,” ucapnya.
Hingga hari ketiga pertandingan, kontingen wushu Kota Surakarta telah mengoleksi enam medali emas, satu perak, dan dua perunggu.
Duilian Jadi Peluang Tambahan Emas
Meski target dua emas pada Kamis belum tercapai, peluang kontingen Kota Surakarta untuk menambah koleksi medali masih terbuka. Nomor duilian beregu putra dan putri yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat menjadi kesempatan berikutnya bagi para atlet.
Hendryk berharap para atlet mampu memaksimalkan kesempatan tersebut untuk menambah perolehan emas sekaligus memperkuat posisi kontingen wushu Kota Surakarta di Porprov Jateng XVII/2026.
“Harapan kami, besok anak-anak bisa maksimal dan menambah satu emas lagi,” pungkasnya.

Leave a Reply