Hanya ½ Jam, 30 Orang Relawan Makamkan Jenazah 250 Kg di Gemolong Sragen

Hanya ½ Jam, 30 Orang Relawan Makamkan Jenazah 250 Kg di Gemolong Sragen
Tim SAR gabungan dari berbagai lembaga berjibaku menyiapkan peralatan vertical rescue untuk proses pemakaman jenazah obesitas di TPU Desa Peleman, Kecamatan Gemolong, Sragen, Selasa (27/10/2026) sore.

Swararaya.com, SRAGEN — Tim search and rescue (SAR) gabungan dari berbagai lembaga yang terdiri atas 30 orang berjibaku memakamkan jenazah perempuan berbobot 250 kilogram di tempat permakaman umum (TPU) Desa Peleman, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Selasa (27/10/2026) sore. Proses pemakaman jenazah tersebut dilakukan dengan teknik vertical rescue dan membutuhkan waktu selama 30 menit atau setengah jam.

Prosesi persiapan dilakukan dengan menyiapkan peralatan vertical rescue yang dilakukan tim SAR gabungan. Puluhan personel SAR berasal dari PSC 119 Sukowati, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen, SAR MTA, SAR PSHT Karangmalang, Relawan Gemolong, RedKar Sragen, Ambulans Abimanyu, MDMC Sragen, Tagana, SAR Himalawu, dibantu tim dari Polri, perangkat Desa Peleman, keluarga yang berduka, dan warga setempat. Jenazah yang dimakamkan berinisial MR, 32, warga Peleman, Gemolong, Sragen.

Anggota relawan PSC 119 Sukowati Sragen, Nikko Armando Reza Primajaya, kepada Espos, Selasa, mengungkapkan MR memiliki riwayat obesitas sejak 10 tahun yang lalu. Dia mengatakan setelah melahirkan anak, MR mengeluhkan sesak nafas, batuk, dan flu.

“Almarhumah dirawat di RSUD dr. Soeratno Gemolong, Sragen, selama tujuh hari dan akhirnya meninggal dunia,” ujar Reza, sapaannya.

Dengan berat badan 250 kg, keluarga meminta bantuan tim SAR untuk membantu proses pemakamannya. Reza menerangkan dengan kerja tim 30 orang maka proses pemakamannya relatif cepat. Dia mengatakan dari persiapan alat sampai jenazah berhasil masuk ke liang lahat hanya membutuhkan waktu 30 menit.

“Proses pemakamannya relatif lebih mudah karena sebelumnya pernah melakukan proses pemakaman serupa pada jenazah dengan bobot lebih berat, yakni sampai 300 kg. Kami mulai pukul 15.00 WIB dan selesai pukul 15.30 WIB,” ujar Reza.

Sekretaris PSC 119 Sukowati, Sragen, Nengah Adnyana Oka Manuaba, menyampaikan tim PSC 119 Sukowati ikut serta dalam pelayanan pemakaman khusus jenazah obesitas di Gemolong. Oka, sapaannya, menyampaikan awalnya PSC 119 Sukowati menerima informasi lewat WhatsApp dari Aby Amir Gemolong bahwa pada pukul 11.19 WIB ada warga meninggal dengan berat badan 250 kg dan mengalami kesulitan dalam proses pemakaman standar.

“Pemakamannya membutuhkan bantuan evakuasi serta pemakaman khusus. Kami menindaklanjuti laporan tersebut dengan berkoordinasi bersama jejaring SAR gabungan Kabupaten Sragen untuk memberikan penanganan bagi masyarakat yang membutuhkan. Mengingat kondisi jenazah yang mengalami obesitas, SAR gabungan menggunakan teknik vertical rescue guna memastikan prosesi pemakaman dapat berjalan lancar dan aman,” ujar dia.

Dia menerangkan dengan kesigapan tim SAR gabungan dan koordinasi yang solid serta kerja sama seluruh unsur maka prosesi pemakaman berjalan aman dan lancar.

Leave a Reply