Tangan Patah di Awal Laga, Atlet Sambo Solo Yacub CHRST Raih Medali Perak

Tangan Patah di Awal Laga, Atlet Sambo Solo Yacub CHRST Raih Medali Perak
Atlet sambo Kota Solo, Yacub CHRST, meraih medali perak setelah bertanding melawan Muammar, atlet asal Kabupaten Grobogan, pada laga final di SMA 1 Kristen Salatiga, Jumat (23/10/2026). (Istimewa)

Swararaya.com, SALATIGA — Atlet sambo Kota Solo, Yacub CHRST, meraih medali perak setelah bertanding melawan Muammar, atlet asal Kabupaten Grobogan, pada laga final di SMA 1 Kristen Salatiga, Jumat (23/10/2026). Yacub harus puas menempati posisi kedua setelah mengalami patah tulang tangan sesaat setelah pertandingan dimulai.

Cedera tersebut membuat Yacub tidak bisa tampil maksimal dalam perebutan medali emas. Meski demikian, ia tetap menyelesaikan pertandingan dan bertekad kembali berlatih setelah pulih dari cedera.

Yacub menceritakan, cedera terjadi ketika dirinya melancarkan pukulan pertama sesaat setelah bel tanda pertandingan dimulai.

“Ini pertandingan yang sangat luar biasa dan mempunyai histori yang luar biasa juga. Pastinya saya sangat bersyukur. Tadi semua perjalanan pertandingan menjadi sangat luar biasa, cuma memang waktu pertama tadi, waktu habis bel, saya pukul pertama, tangan saya patah. Jadi, saya tidak bisa melakukan yang terbaik hari ini,” ungkap Yacub seusai pertandingan.

Pelatih Sambo Surakarta, Joki, mengatakan cedera tersebut menjadi kendala besar bagi Yacub dalam menghadapi lawan yang memiliki pengalaman bertanding di level profesional.

Menurut dia, pertandingan berpeluang berlangsung lebih ketat jika Yacub tidak mengalami cedera sejak awal laga. Patah tulang membuat kemampuan Yacub untuk melakukan grip atau cengkeraman menjadi terbatas, sehingga lawan memiliki keunggulan dalam pertandingan.

“Musuhnya ya pengalamannya lebih, orang-orang berpengalaman semua, sudah di dunia profesional. Sebenarnya pertandingan tadi bisa ramai dari mulai pukulan pertama itu. Hanya saja, dia patah [tangan]. Nah, itu jadi gamenya langsung berat ke lawan karena dia punya keunggulan,” jelas Joki.

Ia mengaku baru menyadari kondisi Yacub setelah melihat atletnya tidak lagi melancarkan pukulan seperti sebelumnya.

“Otomatis patah sudah enggak bisa nge-grip. Pantas kok dari tadi enggak mukul, ternyata patah,” ujarnya.

Kendati gagal meraih medali emas, Yacub tidak ingin menjadikan cedera sebagai alasan atas hasil pertandingan. Ia justru bertekad memulihkan kondisi dan kembali berlatih agar bisa tampil lebih baik pada kesempatan berikutnya.

“Tapi enggak apa-apa, bukan alasan. Saya akan kembali, sehat, berlatih, dan saya akan kembali lebih baik,” tegasnya.

Yacub juga menyampaikan rasa syukur atas medali perak yang diraihnya. Ia mengapresiasi dukungan Ketua Umum KONI Surakarta Her Suprabu, Wali Kota Surakarta, jajaran chef de mission (CDM), Tim Sambo Indonesia, serta rekan-rekan dari Tim Judo, khususnya Mba Endang dan Pak Bahar.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran pelatih Sambo Surakarta, yakni Angga dan Joki, serta Arif yang bertugas di bagian manajemen.

“Saya sangat bersyukur bersama kalian. KONI Surakarta, terima kasih,” tutup Yacub.

Medali perak tersebut menjadi hasil perjuangan Yacub di tengah cedera yang dialaminya sejak awal pertandingan. Ia berharap dapat segera pulih dan kembali berlatih untuk meningkatkan performa pada kompetisi berikutnya.

Leave a Reply