Ditikam Pakai Pisau, Begini Kronologi Pembunuhan Pria Lansia di Masaran Sragen

Ditikam Pakai Pisau, Begini Kronologi Pembunuhan Pria Lansia di Masaran Sragen
Lokasi terjatuhnya korban dengan bersimbah darah ditutupi dengan pasir di tengah jalan utama Dukuh Masaran, Desa Masaran, Kecamatan Masaran, Sragen, Minggu (13/9/2026)

Swararaya.com, SRAGEN — Tim Inafis Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen bersama Polsek Masaran, Sragen, melakukan olah kejadian perkara di lokasi kejadian, Minggu (13/9/2026) pagi. Polisi juga mengumpulkan bahan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Informasi yang dihimpun Espos, korban jalan-jalan selepas subuhan dengan mengenakan celana pendek dan memakai kaus warna oranye lengan panjang. Saat jalan-jalan itulah, korban yang sudah lanjut usia diserang pelaku dengan menggunakan pisau dapur.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Masaran, AKP Priyatno, saat dihubungi Espos, Minggu, dari keterangan warga, awalnya korban berolahraga jalan-jalan pagi sekitar pukul 05.00 WIB atau sehabis subuh di lingkungan rumah korban di Dukuh Masaran, Desa Masaran, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen.

Dia menerangkan saat korban yang diketahui bernama Sadikin, 70, lewat di depan rumah pelaku, tiba-tiba pelaku datang dan langsung menyerang korban dengan menggunakan pisau dapur. Dia mengatakan korban terjatuh hingga akhirnya meninggal dunia dengan kondisi banyak darah keluar dari tubuhnya.

“Sebelumnya ada informasi yang beredar kalau korban dan pelaku sempat cekcok di sawah pada Sabtu [12/9/2026]. Saat cekcok tersebut, pelaku merasa tidak terima dan dendam. Kemudian pelaku melampiaskan kemarahannya kepada korban pada Minggu pagi. Korban dan pelaku diduga cekcok lantaran berebut air irigasi di sawah,” jelas Priyatno.

Dia melanjutkan pelaku yang diketahui berinisial S, 45, sudah diamankan polisi dan sekarang masih dalam proses penyidikan di Polres Sragen. Dia menerangkan pelaku menikam korban dengan menggunakan pisau dapur. “Saat ditangkap anggota, pelaku tidak melawan. Sekarang diperiksa penyidik di Polres. Ya, pelaku mengakui. Sekarang jenazah masih proses autopsi di RSUD dr. Moewardi Solo,” jelas dia.

Priyatno belum bisa mengungkapkan berapa luka yang ditemukan di tubuh korban. Dia mengungkapkan untuk luka-lukanya biar Tim Forensik yang menyampaikan. Priyatno bersama tim dari Polres Sragen masih berada di RSUD dr. Moewardi Solo untuk menunggui hasil autopsi.

Leave a Reply