Swararaya.com, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran masih terbuka. Namun, ia menegaskan AS tidak akan ragu kembali melakukan operasi militer apabila perundingan tidak membuahkan hasil.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Washington, Senin (27/7/2026), saat menanggapi perkembangan komunikasi antara pemerintah AS dan Iran.
“Mereka ingin bertemu dan kami sedang bertemu. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi. Ada peluang kita bisa mencapai kesepakatan. Tanpa langkah yang kami ambil, mereka bahkan tidak akan mau berbicara dengan kami. Kami sedang berbicara dengan Iran saat ini. Pembicaraan kami berjalan lancar,” ujar Trump.
Trump mengatakan masih ada kemungkinan muncul perkembangan positif dalam proses negosiasi. Namun, jika pembicaraan menemui jalan buntu, AS siap kembali mengambil langkah militer seperti yang dilakukan sebelumnya.
“Jadi, kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi. Kemungkinan besar akan ada perkembangan. Jika tidak, maka kami akan kembali melakukan apa yang kami lakukan dua hari lalu. Mereka tidak akan meminta pertemuan itu jika kinerja kami buruk. Satu-satunya alasan mereka ingin bertemu adalah karena kami telah memberikan tekanan yang sangat kuat kepada mereka,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Trump juga menanggapi pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang menyebut Rusia berbagi intelijen satelit dengan Iran. Trump mengatakan akan meminta klarifikasi langsung kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Baiklah, kami akan segera mengetahuinya. Saya akan menanyakan hal itu kepada Putin. Kami akan mengetahuinya,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai pandangannya yang disebut sejalan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait Iran, Trump mengakui keduanya memiliki hubungan yang dekat, meski terdapat beberapa perbedaan pandangan.
Trump dijadwalkan bertemu Netanyahu di Gedung Putih pada Selasa. Seorang pejabat pemerintah AS mengatakan pertemuan tersebut akan membahas konflik dengan Iran, perkembangan Kerangka Kerja Trilateral di Lebanon, serta perluasan Perjanjian Abraham.
Selain itu, Trump juga dijadwalkan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk membahas upaya perdamaian antara Rusia dan Ukraina.
“Sekarang saatnya untuk mengakhiri perang,” kata pejabat pemerintah AS tersebut.
Ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat setelah Washington melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah wilayah Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Iran kemudian membalas dengan menyerang fasilitas dan pangkalan militer AS di beberapa negara kawasan Teluk.
Meski kedua negara sempat menyepakati kerangka kerja perdamaian yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu, aksi saling serang kembali terjadi setelah gencatan senjata tersebut tidak lagi berjalan efektif.

Leave a Reply