Dam Colo Tidak Ditutup, Debit Air ke Irigasi Pertanian Sukoharjo Dikurangi

Dam Colo Tidak Ditutup, Debit Air ke Irigasi Pertanian Sukoharjo Dikurangi
Anak-anak bermain di Dam Colo, Nguter, Sukoharjo. (Daerah-Dok.)

Swararaya.com, SUKOHARJO — Penggunaan air dari Dam Colo di wilayah Kecamatan Nguter, Sukoharjo, untuk mengairi lahan pertanian melalui saluran irigasi Colo Barat maupun Timur bakal dikurangi guna menjaga pasokan air selama musim kemarau yang diperkirakan lebih lama pada tahun ini. 

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sukoharjo, Sukirno, mengatakan Dam Colo tidak ditutup untuk menjaga ketersediaan air ke lahan pertanian selama musim kemarau. Kebijakan itu bagian dari langkah strategis Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dalam meningkatkan produksi padi sekaligus menjaga swasembada pangan yang sudah terealisasi.

“Nanti direncanakan ada pertemuan antara BBWS Bengawan Solo dengan petani pengguna air untuk membahas pengaturan air ke lahan pertanian. Kemungkinan, pertemuan dilakukan pada Juli. Jadi, pengaturan pasokan air ke lahan pertanian kemungkinan dilakukan pada bulan depan,” ujar dia kepada Espos, Minggu (28/6/2026). 

Sukirno menyebut pengaturan pasokan air ke lahan pertanian dilakukan untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau sembari menunggu datangnya musim hujan. Sehingga, debit air yang mengalir ke saluran irigasi pertanian bakal dikurangi. 

Misalnya, debit air ke saluran irigasi pertanian tujuh kubik per detik dikurangi menjadi empat kubik per detik. “Tujuannya apa mengurangi debit air? Supaya ketersediaan pasokan air ke lahan pertanian tetap terjaga hingga datangnya musim hujan. Kemungkinan bisa sampai Oktober atau November,” ujar dia. 

Rehabilitasi Jaringan Irigasi

Selain tidak menutup Dam Colo, BBWS Bengawan Solo juga menggeber program rehabilitasi infrastruktur pertanian berupa pembangunan jaringan irigasi di wilayah Soloraya. Hal ini merupakan implementasi Instruksi Presiden (Inpres) No 2/2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, Serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan.

“Khusus wilayah Sukoharjo, ada 53 lokasi jaringan irigasi pertanian yang dibangun. Kalau wilayah Soloraya, pembangunan jaringan irigasi menyasar 300 lokasi. Program ini juga dibahas saat Pekan Nasional Petani Nelayan [Penas] di Gorontalo, Sulawesi Utara, beberapa hari lalu,” papar dia. 

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) merangkap Pelaksana Harian (Plh) Kepala BBWS Bengawan Solo, Rizhali Triutomi Sahan, di sela-sela acara panen raya padi di Desa Gentan, Bendosari, Sukoharjo, Rabu (24/6/2026), memastikan jaminan ketersediaan pasokan air ke lahan pertanian selama musim kemarau tahun ini. Bendungan Dam Colo tidak ditutup sesuai jadwal pada 2026. 

Namun demikian, BBWS Bengawan Solo bakal berkoordinasi dengan para petani pengguna air baik di saluran Colo Timur maupun saluran Colo Barat. Hal ini untuk memastikan pengaturan penggunaan air selama musim kemarau. “Tidak ada penutupan Dam Colo di Nguter, Sukoharjo. Sejak 2024, tidak ada penutupan Dam Colo. Ketersediaan air masih mencukupi hingga Oktober 2026,” kata Rizhali.

Leave a Reply