Keren! RW 005 Kelurahan Punggawan Solo Jadi Pilot Project Taman Gizi

Keren! RW 005 Kelurahan Punggawan Solo Jadi Pilot Project Taman Gizi
Ketua DPD Wanita Tani HKTI Jateng, Amy Kadiono, memberikan sambutan saat penyuluhan tanaman obat di Pendapa Rumah Wiranto RW 005 Punggawan, Solo, Kamis (18/6/2026) sore. (Daerah/Kurniawan)

Swararaya.com, SOLO — DPD Wanita Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia atau HKTI Jawa Tengah (Jateng) menggelar penyuluhan tanaman obat atau herbal di Pendapa Rumah Wiranto di RW 005 Punggawan, Banjarsari, Solo, Kamis (18/6/2026) sore.

Kegiatan itu sekaligus sebagai koordinasi pemetaan atau mapping rencana pengembangan Taman Gizi Kelurahan Punggawan. Acara itu menampilkan pembicara dari UPF Pelayanan Kesehatan Tradisional Dr Sardjito Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Ketua DPD Wanita Tani HKTI Jateng, Amy Kadiono, dalam sambutannya mengatakan ada sejumlah program untuk mewujudkan wilayah RW 005 Punggawan sebagai percontohan taman gizi. Salah satunya penanaman padi dengan memanfaatkan galon-galon bekas.

“Saya lihat di Wonosobo atau di mana begitu, padi ditanam di galon-galon bekas. Itu kemudian ditaruh di pinggir-pinggir jalan, kan bagus sekali. Ini nanti juga bisa disinkronkan dengan sorgum, pengganti padi. Menurut penelitian, seratnya lebih bagus dari beras,” tutur dia. 

Amy mengatakan dalam pertemuan berikutnya siap menggelar penyuluhan penanaman sorgum di Punggawan. “Insyaallah nanti kami hadirkan sorgum untuk penyuluhan dan pembinaan di Punggawan. Ini intinya kami sediakan media dan sebagainya, tapi untuk pemeliharaannya menjadi tanggung jawab masing-masing rumah,” imbuh dia.

Amy menjelaskan penggunaan galon bekas dikarenakan di wilayah perkotaan tidak ada hamparan sawah. Bibit padi yang akan digunakan adalah Garuda Sakti (GS) 08 yang tahan hama seperti wereng. Tapi male atau butiran padinya lebih banyak, yaitu bisa mencapai 450 butir.

Ada juga program budi daya lele menggunakan kuali yang dibeli khusus dari sentranya di Bayat, Klaten. Sebanyak 150 keluarga di RW 005 Punggawan akan mendapatkan kuali dan bibit lele dari DPD Wanita Tani HKTI Jateng untuk dibudidayakan di masing-masing rumah. 

“Selama ini dikembangkan di galon bekas ya. Tapi lelenya kan menjadi bule atau albino kan. Itu kandungan gizinya tidak sebaik kalau di kuali. Lele di kuali ini warnanya hitam-hitam, Bapak, Ibu. Jadi yang hitam ini gizinya bagus ya. Ke depan mungkin perlu diteliti lagi ya,” urai dia.

Budi Daya Lele dalam Kuali

Menurut Amy, lele yang dibudidayakan warga RW 005 Punggawan bisa dikonsumsi keluarga untuk menambah gizi. Ke depan akan dilakukan pelatihan pengolahan lele menjadi kerupuk atau snack. Dengan begitu budi daya lele di rumah bisa menjadi nilai ekonomi keluarga.

“Selain untuk konsumsi keluarga, ini nanti Punggawan menjadi sentra budi daya lele dan pengolahannya. Ibu-ibu sudah buka snack kota? Di situ ada kerupuk lele yang sudah kami kembangkan. Namanya Kletuk Kriuk. Rasanya enak kan, Bapak-Ibu?” tanya dia.

Amy menjelaskan satu kuali bisa digunakan untuk budi daya 30 ekor lele atau sekitar tiga kilogram. “Jadi nanti sebagian bisa untuk pemenuhan kebutuhan gizi keluarga, otomatis bisa menekan stunting. Juga ada pengembangan kerupuk. Nanti warga dikumpulkan, lalu pelatihan pembuatan kerupuk sampai pemasarannya seperti apa,” terang dia.

Ihwal pemasaran kerupuk olahan lele, menurut Amy, bisa melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). “Budi daya lele ini nanti tiga bulan kan panen. Kita sama-sama olah menjadi kerupuk. Di sini total ada 150 keluarga ya? Nanti setiap rumah dapat satu kuali dan bibit lele,” kata dia.

Amy melanjutkan RW 005 Punggawan diharapkan juga mengembangkan obat tradisional atau herbal. Untuk itu dilakukan penyuluhan dari UPF Yankestrad RS Dr Sardjito Tawangmangu. Ada juga bantuan bibit tanaman obat untuk warga RW 005 Punggawan berupa dua bibit per rumah.

Sedangkan Lurah Punggawan, Christyaningrum Dwi Budi Rahayu Suprapto, mengapresiasi inisiasi DPD Wanita Tani HKTI Jateng merintis Taman Gizi di RW 005 Punggawan. 

“Kami apresiasi sekali RW 005 dikembangkan menjadi pilot project taman gizi. Kami sangat berbangga hati, dan ini sungguh kehormatan bagi kami RW 005 dapat menjadi percontohan taman gizi. Kami berharap dukungan dari Ketua RT/RW dan seluruh warga RW 005,” ujar dia.

Dia menjelaskan wilayah RW 005 Punggawan merupakan Juara Harapan I lomba kampung Proklim tingkat Kecamatan Banjarsari. “Mohon dukungan dengan adanya taman gizi dan tanaman obat-abatan akan semakin maju dan berkembang, jadi contohan wilayah lain,” urai dia.

Leave a Reply