Swararaya.com, MOSKOW — Komisi Eropa meminta negara-negara anggota Uni Eropa (EU) menerapkan sejumlah langkah kebijakan di tengah krisis energi, termasuk mendorong sistem kerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA).
Usulan tersebut tertuang dalam dokumen kebijakan yang dikutip Financial Times, Minggu (19/4/2026), yang juga menyoroti perlunya adaptasi dunia kerja terhadap tekanan energi yang masih berlangsung.
Dalam lampiran draf komunikasi tersebut, Komisi Eropa mendorong perusahaan di negara anggota untuk memberikan fleksibilitas kerja, termasuk setidaknya satu hari kerja dari mana saja (WFA).
Komisi mengatakan perusahaan harus didorong untuk memberlakukan sedikitnya satu hari kerja dari mana pun (work from anywhere/WFA).
Selain itu, Komisi juga merekomendasikan sejumlah insentif, seperti subsidi transportasi umum serta pengurangan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk perangkat energi ramah lingkungan, termasuk pompa kalor, boiler, dan panel surya.
Dorong Efisiensi Energi dan Transisi Hijau
Komisi Eropa juga disebut akan menetapkan target elektrifikasi baru serta memperluas dukungan program sewa sosial untuk teknologi ramah lingkungan, seperti kendaraan listrik dan pompa kalor.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Uni Eropa untuk mempercepat transisi energi sekaligus menekan konsumsi gas dan minyak di kawasan tersebut.
Pihaknya juga diperkirakan akan kembali mendorong penghematan energi, melanjutkan kebijakan serupa yang pernah diterapkan sejak 2022.
Sementara itu, dinamika geopolitik turut memengaruhi pasar energi global. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya mengumumkan penutupan Selat Hormuz sejak Sabtu malam.
Langkah tersebut disebut akan tetap berlaku hingga blokade Angkatan Laut Amerika Serikat dicabut.
Pada 13 April, Angkatan Laut AS dilaporkan membatasi lalu lintas kapal di kawasan pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz, yang menjadi jalur penting sekitar 20 persen pasokan minyak dan LNG dunia.
Washington menyatakan kapal non-Iran tetap dapat melintas selama tidak dikenakan bea masuk ke Teheran, sementara Iran belum secara resmi menerapkan kebijakan tersebut.

Leave a Reply