Swararaya.com, SOLO — Wali Kota Solo Respati Achmad Ardianto mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan perbankan untuk menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah tekanan fiskal. Hal tersebut disampaikan dalam gala dinner Undian Tabungan Simpeda Tahun XXXVI-2026 di Pendopo Agung Balai Kota Solo, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Undian Tabungan Simpeda Periode ke-2 Tahun XXXVI-2026 yang digelar Bank Jateng sebagai tuan rumah bersama Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda).
Dalam sambutannya, Respati mengapresiasi penunjukan Kota Solo sebagai tuan rumah ajang nasional tersebut. Ia juga memperkenalkan karakter khas Kota Bengawan sebagai kota budaya yang memiliki daya tarik tersendiri.
“Terima kasih, Bapak dan Ibu sekalian, sudah berkenan ke Solo. Kalau di Solo ini memang tempat fancy, tempat fancy-nya adalah wedangan. Kuliner wedangannya boleh biasa, tetapi obrolan-obrolannya bisa memengaruhi nasional,” ujarnya.
Respati menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan perbankan, khususnya bank pembangunan daerah (BPD), menjadi kunci dalam menopang pembangunan daerah. Ia juga mendorong BPD untuk memperluas pembiayaan ke sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
Selain itu, Pemerintah Kota Surakarta tengah mengembangkan konsep slow living sebagai daya tarik wisata baru. Konsep tersebut diharapkan mampu menarik wisatawan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kota Solo ini kota yang slow living. Jika lelah dengan kehidupan metropolitan, Solo adalah kota penuh rindu untuk mengobati kejiwaan,” katanya.
Ia menambahkan pihaknya juga tengah menginisiasi pengembangan wellness tourism sebagai sumber ekonomi baru sekaligus membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah, Agus H. Widodo, menegaskan pertemuan di Solo menjadi momentum penting untuk melakukan konsolidasi nasional BPD.
“Ini adalah momentum konsolidasi nasional BPD, di mana kita menyatukan langkah, menyamakan arah, dan memperkuat sinergi,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah dinamika industri perbankan, BPD harus bergerak sebagai kekuatan kolektif yang saling mendukung guna memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Senada dengan itu, Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widiyatmoko menekankan pentingnya menjaga soliditas antar-BPD di tengah tekanan global dan transformasi digital yang terus berkembang.
“Acara malam ini adalah bukti nyata bahwa sinergitas asosiasi bank daerah tetap terjaga dengan sangat solid,” katanya.
Ia menegaskan BPD harus saling menguatkan, bukan saling bersaing, serta terus berinovasi agar produk Tabungan Simpeda tetap relevan dan diminati masyarakat.
Rangkaian kegiatan Undian Tabungan Simpeda tersebut akan berlanjut dengan seminar nasional bertajuk Penguatan Peran BPD sebagai Mitra Strategis Pemerintah Daerah melalui Inovasi Pembiayaan Pinjaman Daerah yang digelar di Hotel Sunan Solo, Jumat (17/4/2026).

Leave a Reply